Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa Orang Indo Selalu Dipandang Remeh sama Orang Eropa di Hindia Belanda? Ini Alasannya

 


Medianetizen.my.id - Zaman penjajahan dulu, banyak sekali hal-hal yang menyakitkan hati masyarakat Indonesia. Khususnya dalam pembedaan ras dan golongan di Nusantara.


Ternyata hal tersebut bukan hanya berlaku bagi masyarakat Nusantara sendiri, melainkan masyarakat yang lahir di Indonesia dari pencampuran darah penduduk asli dengan para penjajah seperti Belanda yang disebut orang Indo.


Dikutip dari History, terdapat alasan mengapa orang-orang Eropa sangat memandang remeh orang-orang Indo. Salah satu alasan kuatnya yakni orang-orang Eropa di Hindia Belanda menyadari bahwa kehadiran wanita Asia, khususnya wanita pribumi Jawa yang dianggap sebagai gundik atau rendahan.


Para wanita gundik itu dianggap bodoh, pembohong, dan liar karena bisa saja membunuh orang lain. Alhasil, anak dari hasil perkawinan antara seorang wanita (nyai) Asia dan pria Eropa menciptakan citra negatif.


Orang Eropa juga beranggapan bahwa percampuran kedua ras yang berbeda ini justru mengumpulkan sifat-sifat buruk dari keduanya. Lebih jauh lagi, stigma Eropa melabeli sikap liar perempuan Asia lebih dominan dalam diri anak indo, ketimbang sikap berbudi orang Eropa.


Fenomena pergundikan saat itu mulai dipandang sebagai suatu aib bagi kalangan Eropa. Padahal, jika ditelisik lebih dalam para pelaut Eropa lah yang tak tahan melampiaskan nafsu mereka, sehingga mereka mencari wanita sebagai pelampiasan birahi.


Namun, begitu lah kejamnya penjajahan dimana penduduk lokal yang dipaksa memenuhi nafsu para penjajah bukan mendapatkan apresiasi, melainkan penilaian buruk dan sempat hampir merampas tanah air bangsa lain.


Sumber...INDOZONE.ID

Post a Comment for "Kenapa Orang Indo Selalu Dipandang Remeh sama Orang Eropa di Hindia Belanda? Ini Alasannya"