Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Desy Ratnasari Ungkap Duka Ridwan Kamil Paska Eril Tenggelam di Sungai Aare: Jam 11 Malam sampai Subuh Mereka Menangis…

 


Medianetizen.my.id -Depok —

Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril yang hanyut hampir dua minggu di Sungai Aare, Swiss akhirnya ditemukan. Sang ayah, Ridwan Kamil pun telah sampai di negara tersebut untuk menjemput anaknya.

Beberapa hari sebelum penemuan jasad lelaki 22 tahun tersebut, Desy Ratnasari berkesempatan takziyah ke rumah Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.


Dalam pertemuan itu, Desy Ratnasari bercerita soal momen pilu Ridwan Kamil dan sang istri. Di balik ketegaran yang selalu dihadirkan, ada momen pilu yang dirasakan pasangan ini.


"Jam 11 malam sampai subuh adalah momen pak RK (Ridwan Kamil) bersama istrinya berkabung," kata Desy Ratnasari di kanal YouTube CNN, Kamis (9/6). "(mereka) menangis, memohon doa kepada Allah terkait dengan apapun akhirnya." imbuh pelantun "Tenda Biru" ini menambahkan.


Dalam doanya, Ridwan Kamil berharap putranya ditolong seseorang dalam keadaan apapun. Termasuk misalnya jika sudah tak bernyawa.


"Semoga bisa bertemu. Andaikan anak saya ditolong orang, tersangkut di mana, tapi karena tidak ada fasilitas menolong, kemudian meninggal, tapi ada yang kelihatan," ucap lelaki yang akrab disapa Kang Emil ini pada Desy Ratnasari.


Doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan sejak kabar kehilangan Eril, 26 Mei 2022 akhirnya membuahkan hasil. Walau sedih atas penemuan jasad, setidaknya keluarga benar-benar tahu nasib dari lelaki 22 tahun ini.


"Alhamdulillah, sekalipun dalam kondisi tidak menyenangkan, berkabung, tapi inilah solusi yang Allah berikan untuk keluarga," ujar Desy Ratnasari.


Lihat Sumber Artikel di Suara.com


Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.


Sumber..Suara.com

Post a Comment for "Desy Ratnasari Ungkap Duka Ridwan Kamil Paska Eril Tenggelam di Sungai Aare: Jam 11 Malam sampai Subuh Mereka Menangis…"