Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bisakah Penis Benar-benar Patah? Ini Penjelasannya


Jakarta - Kondisi penis patah bisa saja terjadi. Namun 'patah' di sini tidak seperti ketika seseorang mengalami patah tulang karena cedera.

Penis patah dikenal dengan istilah fraktur penis, yang terjadi ketika penis ereksi mengalami tekanan atau dorongan secara paksa. Meski jarang terjadi, penis patah bisa terjadi saat ada trauma pada penis yang ereksi.


Dikutip dari Mayo Clinic, penis patah paling sering disebabkan oleh hubungan seksual, seperti ketika saat alat vital keluar dari vagina dan secara tidak sengaja terdorong ke panggul.


Ada beberapa posisi seks yang tampaknya sedikit lebih berisiko untuk penis. Dalam sebuah penelitian di Brasil, setengah dari penis patah yang terjadi saat berhubungan seks adalah dari posisi woman on top. Sebagai perbandingan, hanya 21 persen kasus yang berasal dari misionaris.


Baca juga: Cetak Rekor, Pria Ini Jadi Kasus Pertama Patah Mr P Secara Vertikal

Tapi patah penis juga bisa terjadi karena masturbasi agresif atau taqaandan, sebuah praktik budaya di mana bagian atas penis yang ereksi ditekuk secara paksa untuk mengendurkan ereksi.


Post a Comment for "Bisakah Penis Benar-benar Patah? Ini Penjelasannya"