Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Demi Beras dan Lanjut Sekolah, Bocah Ini Rela Panas-Panasan jadi Badut Jalanan


Masih kecil tapi sudah harus berjuang mencari nafkah dengan jadi badut di jalanan.

Untuk beberapa orang, mereka hidup dengan begitu penuh perjuangan, bahkan hanya demi bertahan hidup. Bahkan banyak bocah kecil yang sudah harus merasakan gimana perjuangan mencari uang, padahal masa ini adalah masa belajar dan bermain.

Bocah Jadi Badut © Donasionline.id

Seperti seorang bocah laki-laki yang bernama Aidil ini. Dia baru berumur 13 tahun, dan sudah harus merasakan gimana perjuangan mencari uang. Dia sekolah dan juga mencari uang dengan menjadi badut jalanan.

Ia bekerja menjadi badut untuk membeli beras dan juga perlengkapan sekolah, seperti baju. Tiga tahun sudah Aidil memakai baju merah putih yang sama setiap hari.

Kadang, dia pun dimarahi guru. Tak ada baju olahraga, baju muslim, seragam sekolah tak pernah lengkap, serta buku LKS juga ga pernah beli.

"Kadang dimarahi guru juga bang. Gak pernah makai seragam sekolah yang lengkap. Gak pernah beli buku LKS."

Bocah Jadi Badut © Donasionline.id

Sementara sang ayah sudah tua, dan hanya seorang pengamen. Terkadang, Aidil hanya mendapatkan uang Rp. 5 ribu sehari, bahkan pernah tidak dapat apa-apa. Kalau dapat, pasti dia kasih ke ayahnya.

Nanti kalau dapat bantuan tolong kasih ke Ayah saja, ya. Ayah udah tua batuk-batuk. Aidil kasihan, harusnya istirahat, tapi nanti mau makan apa."



Post a Comment for "Demi Beras dan Lanjut Sekolah, Bocah Ini Rela Panas-Panasan jadi Badut Jalanan"