Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuberharga di Mata-Nya

 Santapan Harian

Kuberharga di Mata-Nya 

Mazmur 116 



Apakah kita pernah mengalami keadaan seolah-olah kita akan mati? Bagaimana kita menghadapinya? Apakah seperti orang yang tidak memiliki pengharapan? Kita dapat menghadapinya sebagai orang percaya atau tidak. Kita dapat melihat orang-orang di sekitar kita atau hanya memandang kepada Tuhan.


Pemazmur mengemukakan pengharapannya kepada Tuhan yang ia percayai bahwa Ia mendengar doanya dan tahu tentang keadaannya (1-4). Kemudian, ia menyatakan apa yang dipercayainya tentang sifat Allah yang pengasih, adil, dan pemelihara (5-6). Pemazmur juga menyampaikan apa yang telah Ia perbuat juga sebagai dasar bagi dia untuk percaya (7-10). Ia tidak menaruh pengharapannya pada manusia karena baginya semua manusia adalah pembohong. Ia hanya percaya dan berharap kepada Tuhan. Karena itu, ia berusaha menyenangkan hati Tuhan (12-14, 16-19).


Bagi pemazmur, walau seandainya ia harus mengalami kematian karena Tuhan tidak meluputkannya dari maut, ia tetap memercayai bahwa kematiannya itu juga adalah kehendak Tuhan dan sesuatu yang berharga di mata Tuhan.


Fakta yang kita temui sampai dengan hari ini barangkali adalah apa yang disampaikan pemazmur hanya sebatas pengharapan kita kepada Tuhan dan biasanya hanya diucapkan di tengah-tengah dukacita karena kematian seseorang dengan mengutip ayat yang berbunyi: "Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya" (15). Kita tidak mau mengalami semua yang dinyatakan pemazmur karena kita sudah melupakan apa yang telah Ia perbuat, yaitu yang datang bagi kita melalui Yesus Kristus. Akibatnya, kita masih mencari pertolongan manusia lebih daripada pertolongan Tuhan, tidak mau menghamba dan tulus memuji Tuhan.


Nas hari ini menuntun kita dalam merespons kasih Allah yang memandang kita sebagai pribadi yang berharga. Kita ditantang untuk lebih memercayai-Nya dengan apa yang telah, sedang, dan akan Ia lakukan bagi kita sampai kita semua bertemu kembali dengan-Nya. [JSH]


Disadur dari SANTAPAN HARIAN PERSEKUTUAN PEMBACA ALKITAB

Posting Komentar untuk "Kuberharga di Mata-Nya "