Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikutlah Aku

 Santapan Harian

Ikutlah Aku 

Yohanes 21:20-25 



Pernah kita berpikir tentang kematian kita? Mungkin ini pertanyaan yang aneh. Namun, pemikiran ini memunculkan cara pandang dan sikap yang harus kita ambil sesuai dengan firman Tuhan. Sampai saat ini masih saja kita menjadikan kematian sebagai peristiwa yang kita hindari dan takuti. Tetapi, siapakah manusia sehingga ia mengetahui apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari?


Nas bacaan kita hari ini memunculkan pertanyaan yang tidak jauh berbeda saat kita berpikir soal kematian, yaitu tentang hal-hal yang dialami orang lain, namun tidak ingin kita alami secara langsung dan kita sekadar ingin tahu. Petrus kembali diperhadapkan pada apa yang akan dialaminya, yaitu kematiannya. Ia pun punya rasa ingin tahu tentang apa yang dialami oleh Yohanes, murid yang dikasihi Yesus itu (21). Jawaban Yesus kepada Petrus memperlihatkan bahwa Dia bukan hanya tahu segala sesuatu, namun juga apa yang seharusnya menjadi cara pandang dan sikap yang akan diambil oleh Petrus, yaitu mengikut Yesus (22).


Mungkin menurut Yesus pertanyaan Petrus itu tidak perlu ditanyakan, sebab segala urusan yang terjadi dengan kehidupan orang lain di masa depan adalah rahasia Allah dan menjadi urusan Tuhan dengan pribadi orang tersebut. Bagian Petrus adalah mengikuti Yesus, mengikuti kehidupan, pelayanan-Nya, dan kematian-Nya. Bagian Petrus adalah melanjutkan pelayanan Yesus untuk memberitakan kepada semua orang tentang Kerajaan Allah dan keselamatan yang datangnya dari Allah.


Itulah yang seharusnya kita lakukan. Tidak memusingkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan dan segala hal yang bukan menjadi urusan atau bagian kita. Pertanyaan-pertanyaan tentang masa dan waktu, tentang kapan dan bagaimana kematian akan terjadi. Apa yang menjadi misteri ilahi biarlah tetap menjadi misteri. Bagian kita adalah mengikut Yesus dengan setia dan melakukan seperti apa yang Yesus lakukan bagi dunia, apa pun konsekuensi yang harus dihadapi, termasuk menderita aniaya dan kehilangan nyawa. Yesus berkata: "Ikutlah Aku." [JSH]


Disadur dari SANTAPAN HARIAN PERSEKUTUAN PEMBACA ALKITAB

Posting Komentar untuk "Ikutlah Aku "