Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memandang & Menanti Pertolongan Tuhan

 Santapan Harian

Memandang & Menanti Pertolongan Tuhan 

Mazmur 123 


Banyak anak-anak, remaja, maupun dewasa sekarang ini yang mengalami perundungan atau bullying. Tidak hanya secara langsung, tetapi juga melalui media sosial. Hal ini ternyata tidak terjadi pada zaman sekarang saja; pada masa lampau pun hal seperti ini sudah terjadi.



Dalam bacaan ini, pemazmur dengan jelas mengungkapkan bahwa ia pun mengalami hal demikian, yaitu penghinaan dan olok-olok. Ada dua tipe orang yang melakukannya. Pertama, orang-orang yang merasa aman pada dirinya sendiri, yakni mereka yang merasa berkecukupan secara ekonomi dan sosial. Mereka menjadi tidak tahu diri dan meremehkan orang lain. Kedua, orang-orang yang sombong. Mereka mudah menghina dan mengolok-olok orang yang dipandangnya lebih rendah (3-4).


Akibat dari perundungan yang terus-menerus akan membuat seseorang mengalami penderitaan batin. Hal inilah yang dialami oleh pemazmur, sehingga ia berlari kepada Tuhan dan memohon perlindungan serta belas kasihan-Nya. Pemazmur memohon layaknya seorang hamba laki-laki dan perempuan yang memandang kepada tangan tuan dan nyonyanya (2).


Ketika kita dihina dan mengalami perundungan, biasanya kita menjadi tertekan, stres, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari kita hanya berfokus pada situasi dan kondisi yang ada, bukan memandang kepada Tuhan. Oleh sebab itu, jika saat ini ada di antara kita yang sedang berada dalam situasi yang demikian, baiklah kita mengambil sikap seperti pemazmur.


Pertama, kita harus memandang kepada Tuhan dengan berseru dan berdoa. Sebab, ketika kita memandang kepada Tuhan, kita tidak akan takut lagi dalam menghadapi siapa pun. Kedua, menanti pertolongan Tuhan dengan setia, seperti seorang hamba yang senantiasa memandang kepada tangan tuannya hingga mendapatkan belas kasihan dari tuannya itu. Bila kita setia memandang kepada-Nya, Allah yang penuh kasih akan memberikan pertolongan kepada kita. [SDL]


Disadur dari SANTAPAN HARIAN PERSEKUTUAN PEMBACA ALKITAB

Posting Komentar untuk "Memandang & Menanti Pertolongan Tuhan"