Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mayoritas Tidak Selalu Benar

 Santapan Harian

Mayoritas Tidak Selalu Benar 

Yohanes 18:38-19:16 



Dalam mengambil keputusan, kita cenderung mengikuti suara terbanyak. Cara voting atau pemungutan suara dirasa lebih cepat dan lebih mudah untuk dilakukan. Kita harus waspada sebab suara mayoritas tidak selalu benar, apalagi bila voting dilakukan dengan terburu-buru tanpa panduan moral yang tepat.


Pilatus yakin Yesus tidak bersalah (18:38b, 19:6). Maka, ia mencoba melepaskan-Nya dengan berbagai cara. Pertama-tama ia menawarkan kepada orang-orang Yahudi sebuah opsi, pilih Yesus atau Barabas. Ia lalu menyuruh tentaranya mencambuk Yesus. Kemudian, ia menantang orang-orang Yahudi untuk menyalibkan sendiri Yesus (19:1, 6). Namun, semua usaha itu tidak berhasil. Suara mayoritas tetap menginginkan Yesus disalibkan (18:40, 19:6, 19:15). Akhirnya, Pilatus menyerah kepada suara mayoritas yang tidak bermoral.


Natur manusia yang berdosa tidak menginginkan Allah (lih. Rm 3:11). Manusia ingin lepas dari pemerintahan Allah dengan mencari jalannya masing-masing. Sekalipun pelayanan Tuhan Yesus-menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, membangkitkan orang mati, dan sebagainya-semata-mata demi kebaikan manusia, mereka tidak ingin Dia memerintah atas mereka.


Orang-orang Kristen tidak lepas dari kecenderungan yang sama. Sering kali kita menolak perintah Allah dan mengikuti apa yang dilakukan banyak orang. Keputusan dan kebiasaan hidup kita meniru apa yang sedang viral. Padahal, belum tentu hal itu bermoral dan berkenan kepada Allah.


Marilah kita mencari kehendak Tuhan dalam segala pengambilan keputusan. Kuasa memutuskan itu harus diberikan dari atas. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan, kita harus bertanya dahulu kepada Allah. Alangkah baiknya jika rapat dan musyawarah orang-orang Kristen dibuka dengan ibadah dan doa meminta tuntunan Tuhan.


Bila kita terbiasa menundukkan keputusan kita kepada kehendak-Nya, maka kita akan dapat bertahan dan berdiri teguh dalam pilihan yang tepat di tengah-tengah suara mayoritas yang tidak bermoral. [PHM]


Disadur dari SANTAPAN HARIAN PERSEKUTUAN PEMBACA ALKITAB

Posting Komentar untuk "Mayoritas Tidak Selalu Benar"