Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VAKSIN ATAU JANGAN VAKSIN

 VAKSIN ATAU JANGAN VAKSIN 


Salah satu pertanyaan termudah bagi yang mengenal suara setan… hah kok suara setan? Bukannya kita anak TUHAN seharusnya peka dengan suara TUHAN? Ya.. teorinya begitu. Prakteknya hanya sedikit sekali yang peka dan ada terlalu banyak yang klaim mewakili TUHAN sehingga umat menjadi bingung. Ijinkan saya memberikan rahasia sederhana bagi anda yang bingung dan harus bagaimana ketika anda tidak peka.


Setan (termasuk para roh jahat, malaikat jatuh dan anak buahnya) BISA menyamar menjadi suara tuhan atau malaikat atau berbagai macam wujud untuk menipu manusia dengan tipuan manis dan menarik.

Tapi TUHAN tidak akan pernah mau menyamar menjadi setan untuk memberikan kebenaran kepada manusia walaupun kedengarannya tidak nyaman.


Jadi ketika 

dunia “mendadak di serang virus mematikan yang tidak jelas asal usulnya” dan harus lockdown

petinggi dunia “beberapa tahun yang lalu sudah memperingati akan ada virus mematikan dan seluruh dunia harus di vaksin”

dunia tidak boleh kembali normal sebelum anda di vaksin 

dunia akan menandai siapa yang di vaksin akan diberikan kebebasan berpergian dan imbalan uang.

Dunia akan mengijinkan siapapun yang di vaksin boleh kembali bekerja, boleh kembali ke gereja, boleh kembali ke umum

Dan…

Sebentar lagi, bagi yang tidak mau di vaksin maka anda tidak boleh jual beli anda berbahaya bagi masyarakat , ini beberapa saat lagi


Sekarang mereka sedang merangkul sebanyak banyaknya orang yang tidak peka dengan menawarkan KENYAMANAN apabila anda setuju di vaksin dan PENDERITAAN apabila anda menolak. Itulah kenapa anda melihat para petinggi dunia dibuat menyerah , karena mereka memikirkan rakyat dan duniawi.


Apakah para hamba TUHAN atau “hamba tuhan” yang di depan anda mempersiapkan anda untuk penderitaan akhir zaman kitab wahyu, atau kenyamanan dan berkat berkat duniawi.


Jadi ketika anda mendengar seperti ini:


1. TUHAN memberikan pesan hati hati jangan terima vaksin melalui mimpi dan pesan melalui hamba dan umatNya di seluruh dunia.

2. Para pendeta besar siap di vaksin untuk taat kepada pemerintah

3. Para Satanists dan globalist juga siap divaksin 


Nah anda dengan mudah bisa tau dan bagaimana mendeteksi rencana setan.. emangnya TUHAN ga ada kerjaan kalau vaksin itu aman TUHAN masa bilang vaksin itu BAHAYA supaya kita mati? Atau setan ga ada kerjaan ingin manusia hidup dan sejahtera di masa pandemi dan mereka kehilangan kontrol bisa melarang jemaat TUHAN bisa bersekutu dan beribadah ke gereja kembali normal secara gratis?


Kalau ingin tau dusta iblis , beginilah kira kira…


“Gapapa kok makan buah dari pohon terlarang hehe kamu ga akan mati kamu akan seperti Allah”
“Gapapa kok sujud sembah patung asal patungnya itu yesus dan ratu sorga”
“Gapapa kok kamu jadi LGBT selamanya ga usah bertobat yang penting ke gereja”


sekarang



“Gapapa kok kamu terima vaksin, kan bukan chip, bukan racun kok, ga semua mati kan? Kamu masa menentang pemerintah? Kamu masa ga mau denger pendeta? Banyak yang masih hidup, kamu mau hidup nyaman kan? Kamu ga mau dikucilkan kan? Bahaya loh kalau ga terima vaksin, nanti ga boleh keluar dan jual beli kamu mau menjadi seperti mereka nantinya? Harus hidup di gunung gunung dan tersiksa?”


Siapapun yang sudah meluangkan waktu dan diberikan hikmat akan tau ini arahnya kemana dan kitab wahyu bukanlah kitab yang menyenangkan awal sampai pertengahannya.

Jadi bagi anda yang masih kurang peka, carilah Satanist Satanist selebriti dan politisi petinggi dunia lihat bagaimana mereka dengan sukacita menerima dan mempromosikan vaksin, sementara banyak hamba2 TUHAN yang hati2 dan mempersiapkan umat yang dimurnikan imannya melalui penderitaan dan pengucilan.


Catatan: tidak semua yang mempromosikan dan menerima vaksin itu Satanist : tapi mereka sudah tertipu dan cari aman secara duniawi, sayangnya langkah kompromi awal ini akan mengikat mereka sampai nanti akhir yang tidak mengerikan.


Bersiaplah, ini awal masa kesukaran besar kitab wahyu sudah dimulai.





Post a Comment for "VAKSIN ATAU JANGAN VAKSIN"